INSULIN HISAP


INSULIN hisap sama efektifnya dengan injeksi insulin standar dalam menurunkan kadar gula darah. Selain itu, menurut temuan studi, cara ini mempunyai efek minimal di kalangan pasien pengidap diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.
Dalam studi yang dipublikasikan di The Lancet ini, peneliti membandingkan dua pendekatan (insulin hisap dan injeksi insulin) untuk mengontrol diabetes tipe 2 di antara pasien berusia 18 hingga 80, dari 10 negara berbeda. Pasien tersebut tidak merokok dan mempunyai kontrol gula darah yang buruk.

Sejumlah 211 pasien menerima insulin hisap dipadukan dengan insulin glargine (bentuk insulin jangka panjang yang digunakan dengan suntikan), sebelum tidur untuk membantu mengontrol gula darah. Kelompok ini dibandingkan dengan kelompok pengontrol, yaitu 237 pasien yang tidak menggunakan inhaler, tapi menerima injeksi.

Satu tahun setelah penanganan, peneliti menemukan:

1. Kadar gula darah pada kedua kelompok sama.
2. Pasien pengguna inhaler mengalami lebih sedikit pertambahan berat badan, masalah utama di kalangan pasien diabetes. Kelompok inhaler hanya mengalami penambahan berat sekitar satu kilogram. Sedang pasien kelompok pengontrol rata-rata naik sebanyak 2,75 kilogram.
3. Pasien yang menggunakan inhaler memiliki lebih sedikit episode hipoglikemia (penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba) dibandingkan dengan kelompok pengontrol. Pada kelompok inhaler hanya 31 persen sedang kelompok pengontrol sebanyak 49 persen.
4. Pasien pengguna inhaler melaporkan lebih banyak efek samping dengan batuk dan infeksi saluran pernapasan atas. Sebagian besar batuk terjadi dalam 10 menit pertama menghisap dan umumnya selama minggu pertama penggunaan. Efek samping ini berkurang setelah penanganan dilanjutkan.
5. Penggunaan metformin (obat oral yang umum digunakan untuk mengontrol gula darah) sebelumnya, tidak memengaruhi hasil di antara kedua kelompok pasien.

“Temuan kami menunjukkan bahwa insulin hisap ditambah insulin glargine, insulin hisap sendiri atau dipadukan dengan obat oral antidiabetes seperti metformin, merupakan cara alternatif efektif untuk menggantikan terapi insulin konvensional pada pasien diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol,” papar peneliti Rosenstock MD, seperti dikutip situs webmd.com, Kamis (24/6).

Insulin hisap, lanjut Rosenstock, bisa memperbaiki kontrol gula darah dengan menurunkan berat badan dan kejadian hipoglikemia pada banyak pasien diabetes tipe 2

SOurce:Media Hidup Sehat

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: