DIABETES PERBESAR RESIKO SERANGAN JANTUNG


DIABETES menggandakan risiko kematian akibat serangan jantung, stroke atau gangguan jantung lainnya. Menurut peneliti, diabetes terlibat dalam satu dari setiap 10 kematian akibat penyakit kardiovaskular. Jumlah ini setara dengan sekitar 325.000 kematin per tahun di negara industri.

“Selama beberapa dekade kita sudah mengetahui bahwa pengidap diabetes lebih rentan mengalami serangan jantung,” terang peneliti Nadeem Sarwar dari University of Cambridge di Inggris.

“Tapi sebelumnya masih tersisa sejumlah pertanyaan mengenai seberapa besar risikonya dan apakah risiko tersebut berbeda pada setiap orang,” imbuh Sarwar, seperti dikutip situs healthday.com. Temuan ini, lanjut Sarwar, menekankan perlunya mencegah dan mengontrol diabetes.

Dalam studi yang dipublikasikan di The Lancet, Sabtu (26/4) ini, tim Sarwar mengumpulkan data dari 698.782 orang yang berpartisipasi dalam sebuah konsorsium internasional. Peneliti mengikuti partisipan tersebut selama 10 tahun melalui 102 survei yang dilakukan di 25 negara.

Peneliti menemukan, memiliki diabetes hampir menggandakan risiko menderita berbagai penyakit termasuk jantung dan pembuluh darah. Tapi, terang Sarwar lagi, hanya sebagian risiko ini yang dipicu oleh penyebab biasa (kolesterol, tekanan darah dan obesitas). Hal ini menunjukkan bahwa diabetes bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular dengan mekanisme berbeda.

“Ini merupakan temuan menarik dilihat dari sisi pengembangan obat dan sasaran terapi baru,” terang Sarwar.

Studi ini juga menemukan, kadar gula darah lebih tinggi dari normal pada orang-orang tanpa diabetes tidak berkaitan kuat dengan mengalami serangan jantung dan stroke. Selaras dengan temuan ini, kadar gula darah kemungkinan bukan indikator untuk mengenali orang-orang yang berisiko mengalami serangan jantung atau stroke.

DIABETES menggandakan risiko kematian akibat serangan jantung, stroke atau gangguan jantung lainnya. Menurut peneliti, diabetes terlibat dalam satu dari setiap 10 kematian akibat penyakit kardiovaskular. Jumlah ini setara dengan sekitar 325.000 kematin per tahun di negara industri.

“Selama beberapa dekade kita sudah mengetahui bahwa pengidap diabetes lebih rentan mengalami serangan jantung,” terang peneliti Nadeem Sarwar dari University of Cambridge di Inggris.

“Tapi sebelumnya masih tersisa sejumlah pertanyaan mengenai seberapa besar risikonya dan apakah risiko tersebut berbeda pada setiap orang,” imbuh Sarwar, seperti dikutip situs healthday.com. Temuan ini, lanjut Sarwar, menekankan perlunya mencegah dan mengontrol diabetes.

Dalam studi yang dipublikasikan di The Lancet, Sabtu (26/4) ini, tim Sarwar mengumpulkan data dari 698.782 orang yang berpartisipasi dalam sebuah konsorsium internasional. Peneliti mengikuti partisipan tersebut selama 10 tahun melalui 102 survei yang dilakukan di 25 negara.

Peneliti menemukan, memiliki diabetes hampir menggandakan risiko menderita berbagai penyakit termasuk jantung dan pembuluh darah. Tapi, terang Sarwar lagi, hanya sebagian risiko ini yang dipicu oleh penyebab biasa (kolesterol, tekanan darah dan obesitas). Hal ini menunjukkan bahwa diabetes bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular dengan mekanisme berbeda.

“Ini merupakan temuan menarik dilihat dari sisi pengembangan obat dan sasaran terapi baru,” terang Sarwar.

Studi ini juga menemukan, kadar gula darah lebih tinggi dari normal pada orang-orang tanpa diabetes tidak berkaitan kuat dengan mengalami serangan jantung dan stroke. Selaras dengan temuan ini, kadar gula darah kemungkinan bukan indikator untuk mengenali orang-orang yang berisiko mengalami serangan jantung atau stroke.

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia. Penyakit ini, menurut data studi, memicu 17 juta kematian setiap tahun. Dan studi ini, menurut pakar diabetes Dr Hertzel C Gerstein dari McMaster University di Kanada, menegaskan bahwa diabetes merupakan masalah utama yang menggandakan risiko serangan jantung, stroke dan kematian merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia. Penyakit ini, menurut data studi, memicu 17 juta kematian setiap tahun. Dan studi ini, menurut pakar diabetes Dr Hertzel C Gerstein dari McMaster University di Kanada, menegaskan bahwa diabetes merupakan masalah utama yang menggandakan risiko serangan jantung, stroke dan kematian.

Refferensi: Media Hidup Sehat

  1. Bisa gitu ya, diabetes jadi sakit jantung… Nice info

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: